Bisnis Properti - Hebat Group Asia
Bisnis properti, oleh kebanyakan orang , biasanya selalu dikaitkan dengan bisnis orang yang punya banyak modal. Padahal itu tidak sepenuhnya benar. Orang yang modalnya kecil, bahkan tanpa modal pun, tetap bisa mulai menjalankan bisnis properti asal tahu caranya.
Bicara soal bisnis properti, saya jadi teringat akan pengalaman sederhana di masa lalu, yang boleh dikatakan tanpa sengaja sudah menjalani bisnis properti. Waktu itu saya masih bekerja di sebuah instansi asing dari mana saya mendapatkan penghasilan yang lumayan bagus.
• Baca Juga: >>> Mancing Mania Magelang
• Baca Juga: >>> Mancing Mania Magelang
Mulai Dari Kavling Tanah
Suatu hari, tetangga saya yang bekerja di Kantor Badan Pertanahan menawari saya kavling tanah seluas 200 meter dengan harga yang bisa saya bayar lunas dari tabungan saya. Setelah kepemilikan kavling tanah itu berpindahtangan ke saya, ternyata ada tetangga lain yang naksir kavling tanah tersebut.
Sebenarnya saya tidak berniat menjual kavling tanah itu, namun karena teman itu baru saja berkeluarga dan ingin membangun rumah untuk keluarga barunya, akhirnya saya lepas kavling tanah itu sesuai nilai jual objek pajak (NJOP). Ternyata harganya sudah naik 100% dalam kurun waktu satu tahun. Bukankah ini berarti saya sudah masuk ke ranah bisnis properti?
Bisnis Properti Menghasilkan Pasif Income
Dari pengalaman sederhana itu saya jadi berpikir, ternyata jual beli kavling tanah atau rumah bisa menjadi bisnis yang menghasilkan profit atau pasif income yang lumayan besar. Uang hasil penjulan kavling tanah itu pun saya investasikan kembali dengan membeli kavling tanah lain.
Kalau kavling tanah yang telah saya jual berlokasi di kota kabupaten, kali ini saya membeli kavling tanah di kota provinsi yang sudah tentu harganya lebih mahal, sampai saya harus memanfaatkan jasa bank untuk bisa membeli kavling tanah baru tersebut.
Karena kemudian saya pindah kerja ke Ibu Kota, kavling tanah di daerah rencananya saya banguni rumah sederhana setelah saya pensiun. Tetapi, lagi-lagi, ada yang naksir berat kavling tanah saya itu yang akhirnya saya lepas juga. Di luar dugaan, dalam kurun waktu 10 tahun nilai juanya sudah mencapai kenaikan 3.000 %.
Hasil penjualan kavling tanah tersebut cukup untuk membeli sebuah rumah di sebuah kompleks perumahan dan sebuah mobil bekas. Dan tahukah Anda? Rumah itu pun kini sudah ada yang naksir, cuma saya belum memutuskan untuk menjualnya.
Apa yang dapat disimpulkan dari pengalaman saya di atas adalah bahwa, sesungguhnya bisnis properti itu sangat memberikan harapan untuk dapat meraih profit atau pasif income yang lebih besar daripada investasi lain seperti deposito, saham, unit link dan semacamnya.
Kalau ada yang mengatakan bahwa bisnis properti itu bisa dilakukan tanpa modal, kita mungkin akan langsung menanggapinya dengan skeptis. Alih-alih berpikir negatif, ada baiknya kita cari tahu terlebih dahulu kebenaran informasinya. Apakah Anda punya pengalaman lain?

Tidak ada komentar:
Posting Komentar